Selasa, 15 Desember 2015

33 Fakta Menarik Tentang Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

 
 
1. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga atau yang biasa disingkat UIN Suka ini didirikan pada tanggal 26 September 1951 dan merupakan Perguruan Tinggi Agama Islam  Negeri (PTAIN) pertama di Indonesia.
2. Nama universitas ini diambil dari salah satu kelompok penyebar agama Islam di Pulau Jawa, Walisongo, yaitu Sunan Kalijaga.
3. Universitas ini terletak di dekat perbatasan antara Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman.
4. Pembentukan universitas ini tidak terlepas dari proses Penegerian Fakultas Agama Universitas Islam Indonesia (UII) menjadi Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) pada tahun 1950.
5. PTAIN diresmikan pada tanggal 26 September 1951—dan menjadi hari lahir UIN Sunan Kalijaga.
6. Pada periode 1951 hingga 1960, terjadi peleburan antara PTAIN dan ADIA dan terbentuklah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dengan nama al-Jami’ah al-Islamiyah al-Hukumiyah.
7. IAIN diresmikan pada tanggal 24 Agustus 1960.
8. Pada periode 1960 hingga 1972—yang disebut sebagai Periode Peletakan Landasan—terjadi pemisahan IAIN yang berpusat di Yogyakarta dan Jakarta.
9. Pada tanggal 1 Juli 1965 IAIN Yogyakarta berganti nama menjadi IAIN Sunan Kalijaga berdasarkan Keputusan Menteri Agama No. 26 Tahun 1965.
10. Pada awal didirikan, IAIN Sunan Kalijaga ini masih menganut sistem pendidikan yang bersifat bebas karena mahasiswa diberi kesempatan untuk maju ujian setelah mereka benar-benar merasa siap.
11. Materi kurikulum yang digunakan IAIN Sunan Kalijaga pada waktu itu masih mengacu pada kurikulum Timur Tengah (Universitas Al-Azhar di Mesir) yang telah dikembangkan pada masa PTAIN.
12. Pada Periode Peletakan Landasan Akademik yang berlangsung antara tahun 1972 dan 1996, pembangunan sarana prasarana fisik kampus meliputi pembangunan gedung Fakultas Dakwah, Perpustakaan, Program Pascasarjana, dan Rektorat.
13. Pada Periode Peletakan Landasan Akademik, sistem pendidikan yang digunakan mulai bergeser dari sistem liberal ke sistem terpimpin dengan sistem semester semu dan akhirnya sistem kredit semester murni.
14. IAIN Sunan Kalijaga telah melakukan penyesuaian yang radikal dengan kebutuhan nasional bangsa Indonesia.
15. Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga mulai dibuka pada tahun akademik 1983/1984.
16. Program Pascasarjana IAIN Sunan Kalijaga diawali dengan kegiatan-kegiatan akademik dalam bentuk short courses on Islamic studies dengan nama Post Graduate Course (PGC) dan Studi Purna Sarjana (PPS) yang diselenggarakan tanpa pemberian gelar setingkat Master.
17. Pembukaan program Pascasarjana ini telah mengukuhkan fungsi IAIN Sunan Kalijaga sebagai lembaga akademik tingkat tinggi setingkat di atas Program Strata Satu.
18. Di bawah kepemimpinan Prof. Dr. HM. Atho Mudzhar (1997-2001), para dosen dalam jumlah yang besar didorong untuk melanjutkan studinya—untuk tingkat S2 dan S3, baik di dalam maupun luar negeri. Beliau juga melakukan peningkatan sumber daya manusia bagi tenaga administratif demi peningkatan kualitas manajemen dan pelayanan administrasi akademik.
19. Berdasarkan Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2004, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga berganti nama menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan kalijaga pada tanggal 21 Juli 2004. 
20. Perubahan nama IAIN Sunan Kalijaga menjadi UIN Sunan Kalijaga membuat Periode Pengembangan Kelembagaan (2001-2010) disebut juga sebagai Periode Transformasi.
21. UIN Sunan Kalijaga melakukan deklarasinya pada tanggal 14 Oktober 2004.
22. Perubahan Institut menjadi Universitas dilaksanakan untuk mencanangkan sebuah paradigma baru dalam melihat dan melakukan studi terhadap ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum, yaitu paradigma Integrasi Interkoneksi.
23. UIN Sunan kalijaga berupaya untuk mendialogkan hadlarah an-nas, hadlarah al-ilm, dan hadlarah al-falsafah (manusia, ilmu, dan filsafat) secara terbuka dan intensif.
24. UIN Sunan Kalijaga memiliki visi untuk menjadi universitas yang unggul dan terkemuka dalam pemaduan dan pengembangan studi keislaman dan keilmuan bagi peradaban.
25. Logo UIN Sunan Kalijaga yang bisa kita lihat sekarang merupakan bentuk pembaruan sejak tahun 2010.
26. Bentuk dasar logo yang sekarang adalah bunga matahari dengan satu tangkai dan dua lembar daun. Kelopak bunga dibentuk dalam bentuk ornamen klasik bercorak Islam. Helai daun sebelah kiri merupakan visualisasi huruf “U”, tangkainya huruf “I”, dan daun sebelah kanan huruf “N” sehingga dibaca “U-I-N”.
27. Logo bercorak bunga yang menyerupai jaring laba-laba merupakan bentuk kesalingterikatan dan keterhubungan antara sains dan agama yang terpatri dalam ikon mozaik pada dinding luar bangunan UIN. Bentuk ini diambil dari ornamen pada dinding Istana Alhambra masa Khalifah Bani Umayah di Granada, Spanyol.
28. Seni ornamen pada dinding Istana Alhambra yang memberi banyak pengaruh bagi bangunan di Timur dan Barat ini sesuai dengan visi dan misi UIN yang ingin menepis pemisahan keilmuan menuju integrasi dan interkoneksi bidang keilmuan menuju keunggulan peradaban.
29. Visual bunga dalam logo dipilih karena merupakan simbol keindahan, keharuman, keserasian, keseimbangan, dan kebaikan. Hal ini menunjukkan cita-cita UIN untuk selalu membawa kesejukan dan keindahan bagi lingkungan sekitar serta keharuman dalam memainkan seluruh kiprahnya.
30. Untuk mengetahui bagaimana kehidupan mahasiswa di UIN Sunan Kalijaga, kita bisa menonton sebuah film berjudul “Pena” yang dapat diunduh di situs resmi UIN Sunan Kalijaga.
31. Untuk menunjang proses belajar dan mengajar, UIN menyediakan mahasiswa dan para karyawannya berbagai fasilitas yang memadai, seperti masjid, perpustakaan, laboratorium, poliklinik, pascasarjana, pusat administrasi, pusat komputer, pusat penelitian, kelas teatrikal, pusat mahasiswa, multipurpose, gedung olahraga, pusat pelayanan kampus, pusat bahasa dan budaya, University Club House, penerbitan, taman kanak-kanak,, pusat pelatihan, dan aula dosen.
32. Mahasiswa dapat melakukan proses belajar mengajar di gedung-gedung baru dengan ruang dan media pembelajaran yang berbasis IT.
33. Kinerja mahasiswa selama berkuliah di UIN akan didukung dengan adanya anjungan-anjungan komputer, anjungan mesin absensi, peralatan laboratorium terpadu, peralatan sistem informasi terpadu, peralatan poliklinik, peralatan multimedia, laboratorium psikologi, laboratorium bahasa, dan sistem pelayanan perpustakaan dengan Electric Library Information Management System (ELIMS), dengan sistem pengodean RFID (Radio Frequency Identification) tercanggih di Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Blogger templates

Blogroll

About

Blogger templates

Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © Pendidikan menuju kampus impian anda | Powered by Blogger
Design by Viva Themes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com